Selasa, 24 November 2015

Rowena's Precious Gifts

Rowena senang bukan kepalang karena ia menerima paketan dari teman-temannya di Misty Mountains Academy. Kira-kira isinya apa ya? Kok bungkusnya besar sekali. Mungkin barang-barangku yang ketinggalan disana, pikirnya polos.

Dia baru saja mau membuka paketan itu saat smartphonenya berdering.

"Hm? Siapa ya?"

Nama Liam muncul dalam layar monitor itu.
Tumben ngechat. Kirain udah lupa ama ane :v pikir Rowena. William (Liam for short) adalah orang yang Rowena kenal sejak SMA lalu. Mereka berdua berkawan akrab.

"Hn?"
Alih-alih kalimat, ternyata yang dikirim adalah voicenote. Mungkin Liam mau melanjutkan kelas conversation onlinenya?

Rowena menaikkan bahunya, lalu memutar VN itu.

Deg!

Alih-alih bahasa asing, yang didengarnya adalah lagu.
"L-liam ga salah kirim, kan?" ●_●

Wajahnya sudah ngeblush parah. Coba saja suruh dia bicara dia bakal tergagap deh.

Ia mendengarkan nyanyian itu baik-baik. Tak salah lagi, itu memang suaranya.
Rowena merasakan kalau pipinya mulai memanas. Selanjutnya, ia mengucapkan terima kasih pada Liam atas kiriman lagunya. Bilang padanya kalau ia menyanyikan lagu itu dengan bagus dan ia menyukai kiriman lagu tersebut. Segitupun sampai salah ngetik terus. Aaa! Clueless, I don't know what to do! .///.

Dia dengan gugup mengalihkan perhatiannya dengan membuka bungkusan besar itu.

Tapi yang ia temukan di dalamnya adalah setumpuk surat dengan amplop berbeda-beda dan buku-buku. Tapi kenapa kardusnya harus besar juga, pikirnya geli.

"Oi, Rowena...aku yakin tadi denger ada suara cowok nyanyi dari kamarmu,"kata seseorang.
"Eh!"
Christopher bersandar di ambang pintu. Automaton itu nyengir lebar.
"Dari siapa?"
"B-bukan urusanmu!"
Christoph tertawa. Ia mulai memindai smartphone Rowena dan membaca isinya.

"Oh, William, ya. Aku punya data pemuda itu,"katanya sambil meneliti data di layar monitornya. "Hehehe. Suaranya bagus juga. Rowena beruntung-"

Duagh!
Rowena berhasil melempar buku paling besar yang ia temui di kardusnya tepat ke kaki Christoph.

"B-bisa aja dia salah kirim!"
"Tapi dia kan ngirimnya ke kamu!"
"Jangan berdebat sama aku deh! Siapa tau yang dikirim bukan cuma aku-diem Chris!"
Automaton itu tertawa. Ia suka sekali menjahili masternya.
"Hm buku apa ini? Dasar-Dasar..."
Rowena bergerak secepat yang ia bisa dan meraih buku itu. "Bukan buku apa-apa. Udah sana pergi jauh-jauh"usirnya sebal.

Gadis itu beranjak ke ambang jendela. Dari mansionnya, ia bisa melihat siluet dari Misty Mountains nun jauh di barat sana. Bulan sabit seolah sedang tersenyum kepada gadis itu dan bintang-bintang bersinar dengan indah malam ini.

Seulas senyum menghiasi wajah Rowena yang masih merona.

"Liam...teman-teman...terima kasih banyak atas kadonya.
Aku sangat menyukainya,"bisiknya lembut kepada malam

0 komentar:

Posting Komentar

 

Starry Nights' Thoughts Template by Ipietoon Cute Blog Design