Jumat, 04 Desember 2015

Waspada dengan penipuan "PESTA ISI ULANG TRI"

Assalamualaikum pembaca yang budiman.

Sinta mau sedikit share nih mengenai penipuan yang mengatasnamakan Tri.

Belakangan ini Sinta sering mendapatkan SMS dari nomor telepon asing (maksudnya nomor telepon biasa, +62xxxxxxxxxx bukannya nomor khusus yang biasanya cuma empat atau lima digit saja).

Kurang lebih isi SMSnya begini "Selamat anda telah memenangkan hadiah dalam program pesta isi ulang tri! Pihak tri mencoba menghubungi anda namun tidak dapat diangkat bla bla bla" dan segala macam kebohongan lainnya. Pikirku, orang ini ga tau siksa neraka ya?

Saya akan mencoba melampirkan bukti screenshot dari blognya (logikanya, perusahaan besar tidak mungkin menggunakan blogger sebagai portal informasi mereka, kan?)

Mohon di klik untuk memperjelas gambar.
Gambar diperoleh dari www.pesta-tri3care.blogspot.com. Sayangnya, si pelaku tidak hanya menggunakan satu akun blogger saja. Pokoknya untuk semua pembaca-apapun undian yang mengatasnamakan Tri dan link blog yang terdapat di SMS tersebut tidak usah ditanggapi saja.

 Isinya omong kosong semua, sampai-sampai mengatasnamakan pejabat dan juga pihak lain yang sama sekali tak memiliki keterikatan dengan hal ini.

Editannya ketara sekali. Percaya deh, sekarang ini udah banyak aplikasi yang dapat disalahgunakan oleh orang-orang jahat yang dimanfaatkan oleh mereka untuk menipu calon korbannya.

Logikanya begini...
1. Perusahaan besar ga mungkin memakai blogger sebagai portal informasi mereka
2. Mereka juga ga mungkin minta pihak ketiga (pelanggan) untuk memberi informasi bahwa seseorang memenangi undian berhadiah.

Pokoknya banyak bohongnya deh.
Sinta pernah dapat setidaknya selusin SMS berisikan nada yang sama.

Karena kesal, Sinta langsung telepon nomor yang dirujuk dan yang terjadi adalah...

Penipu: (Suara bapak-bapak di usia 40/50an. Berat) "Halo selamat si-"
Sinta   : (menyindir) "Selamat siang gundulmu! Cepet tobat, napa? Nipu mulu sana-sini. Belom pernah ngerasain panasnya neraka, Pak?"

(tuut tuut, telepon terputus).


Hahaha...maafkan Sinta yang childish ya...habis Sinta ga tahan untuk ga memberi pelajaran buat si penipu. Semoga dia cepet tobat deh. Kan kasihan keluarganya yang dikasih makan uang haram :')

Sekian! Selalu waspada, gunakan feeling. Berpikir logis sebelum bertindak :)

Semoga kita semua selalu berada di dalam lindungan Allah SWT. Aamiin Yaa Rabbal Alamiin.

Wassalamualaikum.

Candy shi women de xiaomao!

Judul dalam Bahasa Mandarin diatas berarti 'Candy adalah kitten milik kami'.



Aku belum pernah cerita tentang Candy ya. Hehehe...

Alkisah karena Sinta dan adiknya, Satria menginginkan seekor kucing untuk dipelihara, maka mereka berdua pun bekerja keras supaya keinginan tersebut dapat terealisasikan.

Setelah beberapa bulan, kami pun dapat uang untuk mengadopsi anak kucing tersebut. Aku tahu dalam agamaku yang namanya memperjualbelikan kucing itu tidak boleh. Jadi mau bagaimana lagi?

Setelah menghimpun informasi dari internet dan janjian dengan penjual kitten tersebut, berangkatlah Sinta dan Bang Bastian menuju lokasi.

"Rumahnya yang ini kan mbak?"tanya Bang Bastian, menunjukkan rumah gedongan bergaya minimalis di depan kami.

"Feelingku bilang sih bukan, mas"kataku datar. Benar saja, tak lama kemudian seorang pemuda keluar dari rumah lain-yang lokasinya ada di dekat rumah yang kami bicarakan.

"Silahkan masuk, mas...mbak"

Aku dan Bang Bastian saling lirik. Masnya ini mahasiswa. Dan ini kosannya.

Dia menunjukkan kamarnya. Aku dengan polosnya masih bertanya-tanya di dalam hati, mana ya anak kucingnya? 
Begitu pintu kamarnya dibuka...
Aku dan Bang Bastian berusaha keras untuk tidak kaget.

Luas kamarnya sekitar 4x3m. Dan yang bikin kamu sweat drop adalah adanya dua kandang kucing besar dua lantai yang ada di masing-masing sudut kamar tersebut.

Aku...
Speechless.

Kondisinya sedikit lebih baik daripada kitten terakhir yang aku lihat di pasar hewan.

Aku menggendong Candy, si kecil red tabby itu lalu 'memamitkan' dia pada orangtua dan adik-adiknya.

"Papa, Mama, dan adek-adek...Candy pamit ya...kalian sehat-sehat ya"kataku sambil menghadapkan kitten manis itu pada keluarganya. Masnya cuma bisa cengoh dan Bang Bastian menahan malu. Sodara gue rada sengklek! Pasti dia berpikir begitu.

Besoknya, aku langsung bawa Candy ke dokter untuk diperiksa kalau-kalau dia punya penyakit. Dan benar saja, di telinganya ada kutu telinga (karena jarang dibersihkan oleh owner sebelumnya). Dengan malu aku menjelaskan ke dokter kalau kami baru saja mengadopsinya.

Begitu sampai rumah Candy senang sekali karena bisa bermain dengan leluasa dan tidak terhalang lagi oleh sangkar besi yang setiap hari mengukungnya.

Candy selalu buang air di litter box yang sudah disediakan. Ia juga suka berburu dan bermain kejar-kejaran dengan kami.

Kalau solat, Candy suka duduk di samping dekat sajadah dan sama sekali tidak mengganggu.

Candy memang manis dan pintar!

Happy Birthday, Liam!

Hari ini, 4 Desember, William sedang merayakan ulang tahunnya yang ke-20.

Tadi malam Rowena mau mengirimkan voicenote berisikan ucapan selamat ulang tahun, sama seperti yang biasa ia lakukan pada Bedivere, Saraswati, dan juga teman-temannya yang lainnya. Kemudian gadis itu membatalkan niatnya, ingat betul pada fakta bahwa saat itu anak ini sudah tak mau berteman dengannya.

"Rowena yang bodoh,"tawa gadis itu hambar. "Betul kata Bedivere. Kamu terlalu baik"

Lebih baik ia fokus saja pada kehidupannya yang sekarang ini. Kehilangan seorang teman memang menyakitkan, tapi mau ga mau Rowena harus bangkit dan move on.

Jas Merah: Penyerbuan Belanda di Kota Solo

Aku jadi teringat cerita kakekku mengenai penyerbuan Belanda ke Kota Solo. Kakek bercerita mengenai hal ini saat aku dan Bastian masih SMP.

"Surakarta, puluhan tahun lalu, saat negeri ini masih muda,"Kakek memulai.

"Pasukan Belanda tiba-tiba datang menyerbu-situasi kacau balau saat itu. Banyak warga sipil yang terbunuh di dekat sini. Eyangkung (Kakek-B. Jawa) waktu itu masih kecil..."begitu yang dikatakan beliau saat memulai cerita. Mata kelabunya menerawang, mengingat masa-masa kelam itu.

"Anak-anak yang lebih tua, yang tergabung dalam Korps Tentara Pelajar langsung bertindak, termasuk Masnya eyang"

Aku, Satria, dan Bastian mendengarkan baik-baik. Wajah kami tegang.

Beliau tertawa getir, lalu berkata, "Eyang tertangkap waktu itu, bersama dengan beberapa anak lainnya"

Kami bertiga sweat drop. Kok bisa?
Lalu kami ingat dengan reputasi kakek kami yang semasa kecilnya suka berpetualang dengan kawan-kawannya keliling daerah Solo.

Wajah kami bertiga langsung pucat. Apa yang kiranya tentara musuh lakukan pada anak kecil?

"Lalu...apa yang mereka lakukan?"tanya Bastian.

"Mereka menyuruh kakek untuk menyuci tank"

Kami bertiga langsung sweat drop.
Iya sih kesannya sepele, tapi tetap saja.
Mereka menganggap pribumi sebagai warga kelas dua.

"Kenapa eyang ga berontak?"protesku kesal.

"Namanya juga anak kecil"

Aku dan Bastian bertukar pandang. Karena jika kami ada pada situasi seperti itu, setidaknya kami akan memberontak. Bodoh sih kesannya, dan kami pasti bakal babak belur karena dihajar. Luka bisa sembuh. Hanya saja, kami tidak mau harga diri bangsa kami diinjak-injak seperti itu.

"Setelah itu?"

"Londo (orang Belanda) itu memberi kakek roti dan susu yang baru mereka konsumsi sebagian"

"Loh! Kalau diracun gimana? Kalo haram gimana? Kalo ada penyakitnya gimana?"lagi, dengan kesal aku memprotes.

Kakek tertawa getir. "Zaman dulu, roti dan susu itu barang mewah, Sinta. Engga seperti zaman sekarang ini, dimana kamu bisa makan roti dan susu setiap hari"

Beliau lalu melanjutkan, "Tentara Belandanya baik pada kami. Justru yang keji adalah londo ireng"

"Londo ireng? Maksudnya?"tanya Bastian, awam dengan istilah itu.

"Anggota KNIL. Disebut demikian oleh masyarakat karena warna kulitnya"terang Kakek.

"Rasis,"sindir Satria, singkat dan tajam.

"Jangan salah, mereka sama kejamnya, le"kata Kakek.

Kami bertiga bersyukur sekali karena hidup di masa damai. Kakek berpesan kepada kami bertiga untuk menghargai jasa-jasa pahlawan di zaman dulu dengam bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu, supaya dapat membangun dan memajukan bangsa ini.

Tidak terasa, aku mulai menangis. Karena aku merasa masih suka malas kalau belajar, apalagi kalau mata pelajarannya tidak aku sukai (terutama yang BANYAK hapalannya. Aku lebih suka mata pelajaran eksak saat SMP).

"Oh ya, lalu bagaimana dengan Kakek?"maksudku adalah kakak dari kakekku yang merupakan anggota TP.

"Alhamdulillah mas baik-baik saja"kata Kakek, jawaban yang singkat dan padat. Beliau menjawab sambil tersenyum.

Kamis, 03 Desember 2015

Jalan yang Bercabang

"H-2"

Begitu bunyi poster yang terpampang di layar gawai Rowena. Gadis itu tersenyum jahil, lalu mengirimnya ke Liam. Ia sengaja melakukannya karena sebentar lagi dia berulang tahun.

Buat kalian yang masih saja bertanya siapa Liam dan apa hubungannya dengan Rowena.

Liam adalah mantan teman sekelas Rowena saat SMA dulu, mereka pernah sekelas waktu kelas X. Mereka berdua cukup akrab.

Tapi akhir-akhir ini Liam jadi dingin-sangat dingin, tepatnya.
Karena terpisahkan oleh jarak, kedua sahabat ini biasanya saling berkomunikasi menggunakan pesan singkat, sosial media, dan videocall. Namun seiring berjalannya waktu, frekuensinya semakin berkurang.

Rowena selalu berusaha menginisiasi percakapan, tapi balasan yang dia peroleh tidak mengenakkan hatinya.

Kata-kata panjang yang biasa Liam ketikkan mengandung keceriaan dan juga keramahan. Namun beberapa bulan belakangan jumlah kata yang ia gunakan semakin menyusut dan keceriaan serta keramahan seakan telah sirna dari dalamnya.

"Liam jadi dingin sekali ya..."kata Rowena. "Ya sudah kalau dia memang ga mau temenan sama aku lagi"

Jadi yang Rowena lakukan adalah berkata bahwa ia sangat menyesal karena telah menngganggunya dengan pertanyaan-pertanyaan konyol, becandaan jayus, dan diskusi-diskusi ga penting selama setahun belakangan. Ia juga minta maaf apabila ada suatu hal yang secara tidak sengaja ia lakukan dan sudah menyakiti perasaan Liam selama setahun belakangan ini.

Rowena menarik napas panjang.
Pesan sudah terkirim.

Mau tau apa yang selanjutnya dia lakukan?
Memblokir semua akun milik Liam. Kedengaran childish, memang. Pikir Rowena, dengan demikian akan lebih mudah baginya untuk tidak mengganggu Liam lagi.

Dia tentu saja sedih karena sudah kehilangan salah satu teman baiknya. 

Besok adalah hari ulang tahunnya.

Tadinya dia mau ngucapin, mendoakan, sekaligus mengucapkan perpisahan.

Tapi karena Liam mendadak berubah jadi Ice King, yang wajib dilakukan ya mundur teratur.

Buat apa berjuang keras selama satu bulan kalau ga ada hasil?

Karena toh pada akhirnya, ikatan persahabatan yang terjalin selama empat tahun itu akhirnya putus juga.

Rabu, 02 Desember 2015

Jika kiranya kamu sudah tidak menemukan lagi secercah sinar mentari dalam suatu tempat, aku yakin kamu akan meninggalkannya.

Gelap dan juga dingin di saat yang sama-siapa yang menyukai tempat seperti itu?

Tempat yang tadinya hangat-kamu sangat akrab dengan tempat ini sampai-sampai apabila kamu memejamkan matamu, maka kamu dapat menggambarkan dengan persis perabot-perabot yang ada di dalamnya.

Kini menjadi tempat yang paling kamu hindari. Siapa yang betah berdiam diri dalam ruangan sedingin itu? Jika kamu cerdas, tentunya kamu beranjak sesegera mungkin jika tidak ingin sakit karenanya.
 

Starry Nights' Thoughts Template by Ipietoon Cute Blog Design