Akan tiba saatnya kelak kau 'kan terbiasa dengan sunyi malam...
Dimana redup cahaya bintang bagaikan harapan yang nyaris sirna.
Tanpa suara, gelak tawa dari mereka yang berharga untukmu.
Siapkah engkau menghadapinya,
takdir masa depan yang menantimu?
Dimana kamu tak akan lagi menemukan tempat kemana kamu akan pulang,
Hanya kesendirian yang akan selalu menyambutmu.
Kedua jalan membentang di depanmu:
Yang satu adalah sesuatu yang sangat kau sukai, tapi kamu tahu sendiri apa yang akan menantimu di ujung jalan itu.
Beban berat siap menyambutmu, dan akhir dari segalanya akan menjemputmu kapanpun kau lengah.
Namun kau akan selalu bersama dengan mereka-dan kalian akan saling melindungi dan membantu untuk melewati semua itu.
Satu lagi jalan yang damai dan tenang,
Namun bagimu melewatinya akan membuat harimu terasa biasa-biasa saja,
Karena dibandingkan jalan yang pertama, jalan ini lebih tenang dan damai.
Hanya karena tempat ini tenang dan damai, bukan berarti sunyi akan meninggalkanmu begitu saja.
Ia akan selalu ada untukmu.
Disini, kau berjuang sendiri. Tak ada siapapun yang melindungimu dari belakang.
Rabu, 16 Maret 2016
Minggu, 13 Maret 2016
Hello :)
Sinta masih disini, tepar gegara cacar air (2nd wave) wkwk 😂😂
Mulai dari sekarang, Sinta akan sering ngirim temen-temen ucapan morning greetings :D
(Aku cuma ngirim ke mereka yang engga apatis aja awkwkwk yakali saya sebagai sender juga butuh feedback. Ga sopan itu kalo kamu bungkam aja :v)
Tadi, salah satu teman Sinta bilang "Ta, gue ada tugas Bahasa Inggris nih bla bla bla gue ga ngerti grammar bla bla bisa tolong gue ga?"
(Dalem hati) Nah lo. Nolong apa ni? Gue mau aja ngajarin lo. Tapi gue ga bakal ngerjain itu buat elu! Lah kalo gue ngerjain itu nilai di KHS (kartu hasil studi) harusnya atasnama gue dong... -__-
Terus aku jawab "Maaf banget ya aku gabisa bantu. Aku beneran sakit nih lagian aku banyak deadline tugas baik dari dosen maupun tugas kelas"
Tapi cewek itu ga mau kompromi.
"Ni udah gue kirim ke e-mail elu. Tolong dicek ya"
Egois. Apatis. Ngebos. Emang elu siapanya gue? Ya gue tau elu temen smp gue tapi kalo pake nyuruh-nyuruh segala gue ga mau! -__-
Cuma Sinta baca aja sih pesan singkat dari dia. Lah giliran dibuka e-mailnya, formatnya rar. (Bukanya lewat tab karena laptop Sinta lagi dibenerin)
Dan kalian tau soalnya ada berapa?
berapa lapis? Ratusan! (Yakali Sin iklan itu mah :))
dan deadlinenya besok. Subhanallah.
Sinta masih disini, tepar gegara cacar air (2nd wave) wkwk 😂😂
Mulai dari sekarang, Sinta akan sering ngirim temen-temen ucapan morning greetings :D
(Aku cuma ngirim ke mereka yang engga apatis aja awkwkwk yakali saya sebagai sender juga butuh feedback. Ga sopan itu kalo kamu bungkam aja :v)
Tadi, salah satu teman Sinta bilang "Ta, gue ada tugas Bahasa Inggris nih bla bla bla gue ga ngerti grammar bla bla bisa tolong gue ga?"
(Dalem hati) Nah lo. Nolong apa ni? Gue mau aja ngajarin lo. Tapi gue ga bakal ngerjain itu buat elu! Lah kalo gue ngerjain itu nilai di KHS (kartu hasil studi) harusnya atasnama gue dong... -__-
Terus aku jawab "Maaf banget ya aku gabisa bantu. Aku beneran sakit nih lagian aku banyak deadline tugas baik dari dosen maupun tugas kelas"
Tapi cewek itu ga mau kompromi.
"Ni udah gue kirim ke e-mail elu. Tolong dicek ya"
Egois. Apatis. Ngebos. Emang elu siapanya gue? Ya gue tau elu temen smp gue tapi kalo pake nyuruh-nyuruh segala gue ga mau! -__-
Cuma Sinta baca aja sih pesan singkat dari dia. Lah giliran dibuka e-mailnya, formatnya rar. (Bukanya lewat tab karena laptop Sinta lagi dibenerin)
Dan kalian tau soalnya ada berapa?
berapa lapis? Ratusan! (Yakali Sin iklan itu mah :))
dan deadlinenya besok. Subhanallah.
Sabtu, 12 Maret 2016
Halo! Selamat pagi \(^o^)/
Walaupun beberapa jam yang lalu kabut turun ke permukaan dan suhu menjadi lebih dingin dibandingkan hari-hari sebelumnya, tentunya hal itu ga ada apa-apanya kan kalau dibandingkan dengan hangatnya api semangat yang ada dalam hatimu \(^o^)/
(Readers: fix bocah ini kebanyakan nonton anime jadi diksinya kayak gitu)
Semangat ya kawan-kawan semua buat hari ini \(^o^)/
Sekarang weekend, sih. Tapi jangan lupa membagi waktu dengan keluarga dan juga orang-orang terdekatmu yaa \(^o^)/
P.s. maaf kalau selama ini slowres wkwk 😂😂
1. Gegara obat tidur
2. Ga ada sinyal
Salam,
Sinta A. N.
(Just some random teenage (?) blogger)
Apa kabar kawan?
Kabar buruk nih!
Selasa lalu seusai mengikuti kelas Teknik Presentasi, Sinta dan kawan-kawan segera menuju ke Hutan FISIP untuk menunggu kelas selanjutnya, Statistika Sosial yang akan diadakan pada jam 9.25.
Badan Sinta tiba-tiba jadi gatal sekali -__-
Sinta kira kena ulat bulu.
Saya lalu berlari menuju parkiran untuk membeli obat di apotek terdekat.
Sudah mau jam 9 loh, tapi apotek yang lokasinya dekat dengan kampus fisip malah belum buka (bukanya jam 11 siang kali ya :") subhanallah...)
Tapi kemudian gatal itu menjalar ke perut juga.
Tanpa pikir panjang, Sinta memutuskan untuk izin di hari itu lalu segera beranjak ke kediaman kakek dan nenek.
Orang-orang bilang kalau daun pepaya bisa menghilangkan gatal yang disebabkan oleh ulat bulu. Tapi tetap saja tidak berhasil.
Lusanya, barulah Sinta berobat ke dokter.
Tau engga?
Ternyata saya kena cacar air-untuk yang KEDUA kalinya -___-
Kata siapa cacar cuma sekali seumur hidup? Sinta adalah bukti nyata :"v
Dokter bilang untuk istirahat dulu saja selama beberapa hari. Lagipula bahaya juga kan kalo sampe nularin teman-teman yang lain...
Sampai jumpa, semua!
Sinta istirahat dulu.
Walaupun beberapa jam yang lalu kabut turun ke permukaan dan suhu menjadi lebih dingin dibandingkan hari-hari sebelumnya, tentunya hal itu ga ada apa-apanya kan kalau dibandingkan dengan hangatnya api semangat yang ada dalam hatimu \(^o^)/
(Readers: fix bocah ini kebanyakan nonton anime jadi diksinya kayak gitu)
Semangat ya kawan-kawan semua buat hari ini \(^o^)/
Sekarang weekend, sih. Tapi jangan lupa membagi waktu dengan keluarga dan juga orang-orang terdekatmu yaa \(^o^)/
P.s. maaf kalau selama ini slowres wkwk 😂😂
1. Gegara obat tidur
2. Ga ada sinyal
Salam,
Sinta A. N.
(Just some random teenage (?) blogger)
Apa kabar kawan?
Kabar buruk nih!
Selasa lalu seusai mengikuti kelas Teknik Presentasi, Sinta dan kawan-kawan segera menuju ke Hutan FISIP untuk menunggu kelas selanjutnya, Statistika Sosial yang akan diadakan pada jam 9.25.
Badan Sinta tiba-tiba jadi gatal sekali -__-
Sinta kira kena ulat bulu.
Saya lalu berlari menuju parkiran untuk membeli obat di apotek terdekat.
Sudah mau jam 9 loh, tapi apotek yang lokasinya dekat dengan kampus fisip malah belum buka (bukanya jam 11 siang kali ya :") subhanallah...)
Tapi kemudian gatal itu menjalar ke perut juga.
Tanpa pikir panjang, Sinta memutuskan untuk izin di hari itu lalu segera beranjak ke kediaman kakek dan nenek.
Orang-orang bilang kalau daun pepaya bisa menghilangkan gatal yang disebabkan oleh ulat bulu. Tapi tetap saja tidak berhasil.
Lusanya, barulah Sinta berobat ke dokter.
Tau engga?
Ternyata saya kena cacar air-untuk yang KEDUA kalinya -___-
Kata siapa cacar cuma sekali seumur hidup? Sinta adalah bukti nyata :"v
Dokter bilang untuk istirahat dulu saja selama beberapa hari. Lagipula bahaya juga kan kalo sampe nularin teman-teman yang lain...
Sampai jumpa, semua!
Sinta istirahat dulu.
Jumat, 11 Maret 2016
Halo. Disini Sinta Alexandria, yang masih menyimpan rindu pada sekolah lamanya, nun jauh di sana.
Kenalkan sekolah impian Sinta yang ia idamkan sejak kelas satu dahulu
Lokasinya yang berada di dataran tinggi membuat tempat itu sejuk dan nyaman.
Banyak pelajar yang menganggap tempat itu sebagai rumah keduanya.
Disana, ia bertemu dengan pelajar-pelajar dari seluruh penjuru negeri.
Para pengajar adalah mereka yang terbaik di bidangnya. Sinta menganggap beliau semua seperti orangtua sendiri.
Kakak-kakak disana cerdas,bijaksana, mengayomi adik-adik kelasnya, hangat, dan lucu. Sinta menganggap mereka dan teman-teman seangkatannya seperti saudara sendiri.
Dan semua yang disana bersifat ksatria-mereka yang siap sedia menghadang angkara murka.
Sinta menyayangi mereka semua-mulai dari teman seangkatan, kakak kelas, bapak-ibu pengajar, dan sekolah itu.
Sangat menyayanginya.
Sinta ingin menjadi ksatria yang kuat dan cerdas.
Sinta menyayangi itu semua hingga detik ini.
"Bapak...Ibu..Kakak...disini jauh berbeda"kata gadis itu, sembari memeluk tubuhnya rapat-rapat. Angin dingin menderu kencang dari segala penjuru di tempat terbuka itu.
"Disini dingin..."
Yang cerdas pastinya tahu dia tak sedang bicara mengenai cuaca. Tapi lebih kepada sikap orang-orang disini. Jiwa korsa? Nol besar. Apathetic at its finest.
Di saat seperti ini, seorang kakak kelas yang sedang melintas di dekatnya atau teman seangkatannya pasti akan langsung memberikan jaket mereka untuknya atau menawarkan bantuan apa yang kiranya bisa mereka lakukan, karena dia terlihat pucat dan sakit.
Dia sedang amat sakit namun tak satupun seseorang dari kelompoknya datang untuk mengerjakan kewajibannya sebagai anggota kelompok-semuanya melimpahkan tanggung jawab kelompok pada gadis itu.
"Apatis"kata gadis itu pada akhirnya. Wajah sudah menekuk sedemikian rupa saking kesalnya.
"Tidak disiplin"dia sudah menunggu sejam dari waktu yang ditentukan. Ia ingat betul bagaimana para pengajar selalu bilang bahwa mereka yang cerdas namun tak disiplin akan sangat membahayakan.
Mereka yang ada disana dan juga disini sama cerdasnya.
Namun, ada garis pembatas jelas yang memisahkan keduanya.
Antara mereka yang bersifat ksatria
Dan mereka yang tidak peduli dengan sesamanya.
Senin, 07 Maret 2016
Shaman-wanna-be and how to expel his curse!
Pernahkah Sinta membahas mengenai shaman-wanna-be?
Belum?
Baiklah. Kini saya akan membahasnya. Semoga pengalaman ini bermanfaat bagi pembaca sekalian.
Case 1:
Beberapa tahun yang lalu, saat Ayah masih berdinas di salah satu kota di Provinsi Jawa Tengah, beliau memiliki anak buah, sebut saja namanya Fulan (29). Fulan ini mengklaim bahwa dia termasuk dalam kategori 'orang pintar'.
Catatan tambahan, usia Sinta 20 tahun bulan Mei ini dan ayah Sinta baru memeluk Islam selama 21 tahun jadi bisa dikatakan masih kurang dalam pengetahuan agamanya.
Dan si Fulan ini...sesat sekali.
Bisa dibilang dia tidak pernah sholat (maaf, bukan ngumbar kejelekan orang). Yang bikin ilfil itu pernyataannya "Dosa itu urusan belakangan, Pak" jawabnya selalu setiap kali ayah menegurnya untuk menunaikan ibadah solat wajib.
"Saya sih solatnya di Mekkah, Pak"kata Fulan.
Demi Allah, ngedenger dia ngomong gitu aja aku ilfil -_-
Oke, kenapa saya memanggil Fulan dengan sebutan shaman-wanna-be?
Karena dia itu sok banget. Jigana mah bapak diubaran ku si eta (sepertinya sih ayah saya 'diobatin' sama dia).
Ayah ketergantungan banget, apa-apa Fulan terus yang diberi kepercayaan.
Dari awal aku sudah tidak suka sama Fulan itu, seolah-olah dia diberi privilege lebih. Dia juga engga punya watak yang baik. Kalau di pewayangan, dia itu mirip dengan buta (raksasa) karena rakus, licik, dan manipulatif.
Di proyek yang baru ini, aku kaget luar biasa karena orang sesat ini turut diajak. Parahnya lagi, aku menerima informasi dari para informan (rahasia lah siapa aja mereka) kalau si Fulan kerap menggelapkan anggaran kantor dan tidak pernah mengumpulkan laporannya tepat waktu.
Aku tambah muntab. "Kenapa orang seperti itu masih diberdayakan sih, Yah?"tanyaku pedas. "Kan SDM yang lebih handal juga banyak" (A/N: Kalo aku udah kayak gini bisa kebayang kan gimana parahnya dia?)
Yang buat kesal adalah jawaban ayah "Hahaha...tenang aja, nduk. Ada waktunya. Belum sekarang"
Kesimpulan: Fix. Si bapak teh diubaran ku si shaman.
Lalu di suatu malam, Fulan dan adiknya (yang sama engga sopannya) datang ke rumah. Aku pasang muka datar dan bilang kalau ayah tidak ada di rumah (aku ga mau dia ketemu ayahku :v)
"Ada siapa, Nduk?"tanya ayah
"Shaman-wanna-be, Dad"jawabku kesal sembari memutar bola mata. Aku menaruh bungkus plastik berisikan apel yang ia bawakan untuk ayahku.
"Kok ditaruh di lantai?"
"Saya mau matahin sihirnya"ujarku.
Lalu aku melangkahi bungkusan itu sebanyak 7x sembari membaca ayat kursi dengan niatan untuk menghapuskan sihir yang ada di dalamnya.
Dan benar saja. Semenjak saat itu, ayah mulai bersikap tegas pada orang itu.
Selain kinerjanya yang buruk dan merugikan kolega maupun perusahaan tempatnya bekerja, si shaman ini juga bawa pengaruh buruk, khususnya dalam hal kepercayaan bagi orang-orang di sekitarnya.
"Pak Prayoga mah bisa apa? Kalau tidak ada saya, dia ga bisa apa-apa!"kata Fulan.
Saya dapat informasi itu dari informan, lalu saya sampaikan ke ayah. Sombong banget kan?
Pak Prayoga cuma ketawa aja. Subhanallah. Bisa gitu, ya? :v
Pada akhirnya, Fulan pun dibebastugaskan dari proyek ini.
Syukur deh...
Case 2:
Alkisah puluhan tahun yang lalu pada masa awal-awal kemerdekaan Indonesia, tinggallah dua orang kakak-beradik di daerah Gadog, Jawa Barat yang terkenal akan kecantikannya. Beliau berdua adalah nenek saya dari pihak ibu dan juga anduang, adik nenek.
Ada begitu banyak orang yang ingin mempersunting mereka berdua, tetapi uyut saya selalu jadi yang paling depan dalam hal menyeleksi (agama islamnya kuat apa engga).
Karena tingginya KKM yang uyut berikan (apaan sih Sin, KKM wkwk), maka tidak sedikit pula yang melakukan cara-cara curang. Salah satunya adalah dengan pelet.
Pelet, iya pelet. Guna-guna supaya orang yang dikenai pelet akan nempel dengan si pengirim.
Suatu ketika, T (21) mengirimkan kue tart (yang sudah diisi pelet) ke kediaman Keluarga S.
Yang nerima uyut putri wkwk duuh ngakak. Peletnya salah sasaran. Yang makan kue itu uyut putri (saat itu usianya 41) soalnya hahaha xD (Itu karena nenek tidak suka kue tart jadinya nyentuh pun tidak)
Uyut Putri (dibawah pengaruh pelet) sampai ngebelain bertandang ke kediaman T. Disitu ada plang "Awas anjing galak". Kebetulan uyut juga membawa serta salah satu putrinya. Hahaha. Tau apa yang selanjutnya terjadi? Keduany digegel (digigit) sama anjing galak yang dipelihara oleh T xD si pengirim pelet juga kaget luar biasa karena sasarannya meleset jauh.
Pencegahan: Langkahin dulu kue tartnya 7x
Kalau kemakan gimana?
Kata ayahnya uyut putri sih-maaf-cuci muka pakai air senimu sendiri :" (ew!)
Percaya deh...kalau Harry Potter punya amortentia atau ramuan cinta, Indonesia punya pelet. wkwkw. Hati-hati ya.
Selalu waspada! Karena kita ga tau apa yang akan kita hadapi xD (masih ngakak gegara cerita di case nomor 2)
Label:
misteri,
Peringatan,
story
Minggu, 06 Maret 2016
Assalamualaikum, selamat malam para pembaca sekalian!
Jumpa lagi dengan Sinta Alexandria dalam postingan terbaru kali ini.
Maaf jarang posting disini karena Sinta mulai merasakan padatnya kuliah semester empat. Gyahaha.
Di malam yang sunyi ini, Sinta sedang beristirahat sejenak dengan menuangkan pikiran Sinta sembari mendengarkan lagu Back to Decembernya Kak Taylor Swift.
Masih ada beberapa hal yang harus saya selesaikan sih untuk hari ini, tapi tidak ada salahnya juga kan kalau rehat sejenak dan menuliskan apa yang saya pikirkan disini. Hehehe :p
Oh iya :D
Hari ini Bang Bastian berulang tahun yang ke-19 loh. Hahaha.
Kami berdua ini tertaut 10 bulan hahaha xD
Alles Gute zum Geburtstag, Bang Bastian!
Semoga lancar dan sukses kuliahnya, berkurang lemaknya (?), engga gampang marah, makin enak masakannya, makin sholeh, dan diberi rezeki halal yang berlimpah ruah oleh Allah SWT. Aamiin aamiin aamiin yaa rabbal alamiin.
Just remember one thing: I always watching over you. Entah itu di dunia nyata atau maya sekalipun. Mata dan telingaku ada dimana-mana :v so make sure you focus on your study, kay? Girls nowadays tend to took advantage on you (yah, walau engga semuanya, sih).
Buat Julian (aku tahu kalau dia tahu aku menulis disini):
SORI TELAT BRO!
Aku tau kamu ulang tahun tanggal 28 yang lalu tapi tenang aja, pasti aku kirim kok!
Dingshuo, kelas kalian habis kena marah ya? awkwkwk sabar yha :v *digetok pake sepatu*
Aku juga bakal menyertakan beberapa lembar tulisan buat kalian semua, salah satunya adalah open when...letters collection! Semoga kalian suka ya :)
Bilang juga sama Kak Eka kalau aku masih inget sama materi Bahasa Mandarin yang diajarkan zaman SMA dulu :D hehehe
Buat kalian yang usil:
Durhaka sekali kalian, Nak sampai bilang begitu (bilang kalau saya sudah wassalam-red). Entah kalian ini kena Mugen Tsukuyomi atau percaya sekali kalau aku di-Edo Tensei. Sampai detik ini aku belum pernah kok dibangkitkan kembali pakai jurus terlarang ciptaan Tobirama Senju itu xD
Habis masa mereka bilang gini: "Wah, ternyata Sinta masih hidup, loh! Masih bernapas!"
Ada banyak hal lainnya yang ingin saya ceritakan pada kalian semua.
Sampai jumpa.
Sampai ketemu lagi.
Titip salam rindu untuk mereka yang kini berada nun jauh disana. (Karena kalau pakai tunggal 'dia' aku yakin engga ada, yang ada jamak, 'mereka' hahaha :v)
Wassalamualaikum :)
Jumpa lagi dengan Sinta Alexandria dalam postingan terbaru kali ini.
Maaf jarang posting disini karena Sinta mulai merasakan padatnya kuliah semester empat. Gyahaha.
Di malam yang sunyi ini, Sinta sedang beristirahat sejenak dengan menuangkan pikiran Sinta sembari mendengarkan lagu Back to Decembernya Kak Taylor Swift.
Masih ada beberapa hal yang harus saya selesaikan sih untuk hari ini, tapi tidak ada salahnya juga kan kalau rehat sejenak dan menuliskan apa yang saya pikirkan disini. Hehehe :p
Oh iya :D
Hari ini Bang Bastian berulang tahun yang ke-19 loh. Hahaha.
Kami berdua ini tertaut 10 bulan hahaha xD
Alles Gute zum Geburtstag, Bang Bastian!
Semoga lancar dan sukses kuliahnya, berkurang lemaknya (?), engga gampang marah, makin enak masakannya, makin sholeh, dan diberi rezeki halal yang berlimpah ruah oleh Allah SWT. Aamiin aamiin aamiin yaa rabbal alamiin.
Just remember one thing: I always watching over you. Entah itu di dunia nyata atau maya sekalipun. Mata dan telingaku ada dimana-mana :v so make sure you focus on your study, kay? Girls nowadays tend to took advantage on you (yah, walau engga semuanya, sih).
Buat Julian (aku tahu kalau dia tahu aku menulis disini):
SORI TELAT BRO!
Aku tau kamu ulang tahun tanggal 28 yang lalu tapi tenang aja, pasti aku kirim kok!
Dingshuo, kelas kalian habis kena marah ya? awkwkwk sabar yha :v *digetok pake sepatu*
Aku juga bakal menyertakan beberapa lembar tulisan buat kalian semua, salah satunya adalah open when...letters collection! Semoga kalian suka ya :)
Bilang juga sama Kak Eka kalau aku masih inget sama materi Bahasa Mandarin yang diajarkan zaman SMA dulu :D hehehe
Buat kalian yang usil:
Durhaka sekali kalian, Nak sampai bilang begitu (bilang kalau saya sudah wassalam-red). Entah kalian ini kena Mugen Tsukuyomi atau percaya sekali kalau aku di-Edo Tensei. Sampai detik ini aku belum pernah kok dibangkitkan kembali pakai jurus terlarang ciptaan Tobirama Senju itu xD
Habis masa mereka bilang gini: "Wah, ternyata Sinta masih hidup, loh! Masih bernapas!"
Ada banyak hal lainnya yang ingin saya ceritakan pada kalian semua.
Sampai jumpa.
Sampai ketemu lagi.
Titip salam rindu untuk mereka yang kini berada nun jauh disana. (Karena kalau pakai tunggal 'dia' aku yakin engga ada, yang ada jamak, 'mereka' hahaha :v)
Wassalamualaikum :)
Langganan:
Komentar (Atom)