Selasa, 24 November 2015

Fiona: Anak KMB yang Usiil banget!

ACHTUNG! Tulisan ini dibuat atas perspektif Sinta Alexandria N. Semacam 'secondhand reality', ceunah. Sok atuh Bang dan Akak sekalian monggo dibaca :)

Seperti biasa, anak-anak KMB sedang berdiskusi riang di spot favorit mereka. Semuanya hadir minus Adhi, Rahadian, Putri, dan Jana.

Mereka sudah datang ke kampus namun ternyata kelas hari ini ditiadakan.

"Ayo rek bahas rencana kita lagi,"ajak Zaki. "Ayo, ayo!"seru anak-anak antusias.
"Di list dulu deh lokasi mana aja yang mau kita datangi"
"Toko Oen Malang!"seru Sinta dan Ayu kompak.
"Alun-Alun Kota Batu!"
"Wisata alam dong..."
"Museum angkut!"

"Budget total sekitar berapaan guys?"tanya Yusuf Iskandar.
"Perkiraanku, 700k. Termasuk untuk pengeluaran tak terduga,"jawabku.

"Kalau pakai travel dari sini sih aku juga ga masalah. 7 jamnya ini loh rek, Solo-Malang. Yakin engga pegel? Kalo pake kereta lebih leluasa, walau biayanya 120k"

*flashback beberapa hari lalu*
Ide main bareng ke Malang nampaknya telah menaikkan mood anak-anak KMB.
Semuanya membahas dengan seru.
"Yah...sayang ya Jana sama Putri balik ke Ciamis sama Jakarta..."
"Iya nih"
"Guys, kalian ga ada niatan main ke West Java gitu?"tanyaku dengan mata berbinar ceria. "Asyik loh~"
"Pokoknya aku mau ke Jawa Timur,"kata Adhi. Suaranya teredam soalnya dia sedang menelungkupkan kepalanya ke atas meja
"Just sayin' tho"kataku.
*end of flashback*

Jiit
Sinta yang dari tadi mengamati anak-anak yang hadir mulai menyipitkan matanya.
Dari tadi si Dika modusin Fiona mulu nih wah bahaya.

Dika mulai nanya dan bicara hal ga penting.
Nanyain letak persis dari kediaman Fiona, bilang kalau dia bisa berkunjung kalau kebetulan lewat. Seperti biasa, Fiona tidak mau memberitahukannya. Aku pun mengacungkan kedua jempolku. Ketika digoda oleh anak-anak yang lain, Dika berdalih. "Kan makin banyak teman makin baik. Bisa buat mampir jadinya"
"Ya, habis itu nembung sama Pak Bambang sekalian"tawa anak-anak. Nembung disini maksudnya adalah lamaran.

"Si Sin ini usil banget yaa!"seru Fiona geli.
"Wee"aku menjulurkan lidah, ngeledek dia.

*flashback, beberapa hari yang lalu*
Entah kenapa, pembicaraan mengarah 'kesitu' (baca: relationship).
Kali ini, anak-anak KMB ada semua.
Mulai deh Fiona si usil bersabda, "Wahai kawan semua, kalian ga tau kan kalo gini-gini Si Sin banyak yang ngefans"
"Bokis, gaes. Hoax. Impossible"sanggahku dengan datar.
Tapi dia ga tinggal diam.
"Bahkan sampe ada yang-"
Aku ngebekep mulutnya. Ni anak bahaya ya, kalo ngomong seenaknya juga, ga liat situasi. Bisa habis diledekin nanti aku sama anak-anak lainnya.
"Kirain Sinta jomblo"
"Emang. Jomblo kan varokah"tukasku dingin, engga tertarik dengan pembicaraan.
"Biar jomblo banyak yang ngefans"
"Itu mustahil,"kataku datar.
Tapi Fiona terus saja gigih ngejahilin aku.

Tapi sejahil-jahilnya Fiona, dia mah ga ada apa-apanya dibanding Julian.

0 komentar:

Posting Komentar

 

Starry Nights' Thoughts Template by Ipietoon Cute Blog Design