Rabu, 25 November 2015

Kontak batin (?): Saat dua hati saling bicara

Sinta sedang mengetik sesuatu di netbook hingga akhirnya gambaran mengenai kenangan masa lalu muncul: Seorang wanita dengan rambut disasak yang sedang bicara dengan dua orang anak.

"Oh, Bude bakal berkunjung beberapa hari lagi nih ke rumah. Harus siap-siap"

Terakhir kali Bude dan Pakde berkunjung ke Solo itu enam bulan yang lalu. Mama baru bilang 45 menit sebelum beliau bertiga datang. Ketiganya orang-orang sibuk.

*flashback*
"Sinta, bentar lagi kita sampe loh"kata mama saya dari ujung telepon
"Kita? Emang siapa aja ma?"
"Keponakan-keponakannya eyang kakung"
"Eeeh?"
Aku menatap ngeri pada kondisi rumah yang ibarat kapal pecah. Buru-buru aku ngambil sapu dan alat kebersihan lainnya. "Udah sampe dimana nih, Ma?"
"Manahan"
"Eeeh! Iya baik!"

Aku punya waktu 45 menit untuk bersihkan rumah seluas ini. Cucok. Kesampean kok kalo aku ngebut kerjanya.
Challenge Accepted!
"Uwaaa!"
Jadi aku nyapu sambil bersin-bersin karena debu halus yang banyak. Padahal udah pake masker. Setelah selesai, barulah menyiapkan cangkir dan menjerang teh, disambi ngepel.
Sinta selesai tepat pada waktunya begitu seseorang membunyikan klakson mobilnya.
"Aku datang!"
Langsung deh sprint ke garasi dan buka pagar besi yang beratnya naudzubillah.
'Hosh...hosh...'

"Uwaa...Mbak Sinta makin tinggi aja ya"
"Hehehe iya bude~"
"Rumahnya bersih banget! Kok Sinta menggeh-menggeh?"tanya Pakde.
"Habis dirodi, Pakde"jawabku tanpa dosa.
Beliau bertiga tertawa.
"Wuah, keponakan Pakde yang ini sudah besar ya"
Lagi-lagi pipiku yang dijembel. Sedih.
"Iyalah pakde masa saya kecil terus"kataku.
"Pakde Budhi mana?"tanya ketiganya.
"Ada di kamar beliau. Mari silahkan masuk"
***
''Sinta lanjut dimana sekarang?"
*dijawab oleh ayah*
Pakde-pakdeku memandangku dengan tatapan kaget dan tidak percaya seolah-olah mengatakan 'tapi kamu kan cewek!'
Lah passion aku disitu, panggilan jiwa. Ahahaha *shot*
-Abaikan-
***
Benar saja, dua hari kemudian beliau datang.
Trah aku punya kebiasaan ngasih 'surprise' aka kunjungan tak terduga kalau ada anggota keluarga besar kami yang sakit.
Tapi untungnya aku punya waktu 2 hari untuk membersihkan semuanya. Hehe.
***
Kalian pernah engga sih kepikiran seseorang-entah itu keluarga, teman, atau bahkan orang yang tidak kamu kenal sekalipun-dan beberapa hari kemudian, ada kabar mengenai orang yang kamu pikirkan tadi, entah baik ataupun buruk?
Kalau baik, biasanya seperti kunjungan, penghargaan atas prestasi...
Kalau buruk...biasanya tentang sakit atau kematian-aku bakal punya feeling engga enak dan ngerasa ga nyaman secara mendadak.

Tapi Ayu-chan atau Bundo Alex misalnya, bilang kalo kamu kepikiran seseorang terus-padahal kamunya engga ada niatan sama sekali buat mikirin dia-berarti kamu lagi dipikirin sama orang yang ada dalam pikiranmu. (Masa iya sih?)
Kataku, "Ceileh mak...abdi mah jones. Saha yang mau mikirin abdi. 'Teu aya. Ahahaha~"
Biasanya kalo aku ngomong kayak gitu, aku bakal langsung diomelin sama mereka berdua.

Tapi menurutku mereka ada benernya juga sih.
Ga tau kenapa, kalo mendadak kangen sama suatu hal/beberapa orang bawaannya jadi kepikiran. Tapi karena kepikirannya sampai berlarut-larut, sampai-sampai mereka yang dipikirkan pun bakalan sms/telepon kamu saat itu juga :v

Wuoh, the power of kontak batin :"v

Patut dicoba lah hahaha =D

0 komentar:

Posting Komentar

 

Starry Nights' Thoughts Template by Ipietoon Cute Blog Design