Oh ya kelupaan...haha...
Ada pengalaman seru beberapa hari yang lalu.
Karena sedang pilek dan agak demam, sesampainya di rumah kakek dan nenek yang berlokasi di Kota Solo, aku berjalan tanpa semangat ke ruang makan sambil meneguk teh hangat yang telah nenek buat. Helm-nya masih masih kupakai...haha xD
"Terima kasih, eyangti tehnya..."kataku ga jelas. Eyangti adalah Bahasa Jawa untuk nenek.
Setelah mandi dan makan malam (jangan tanya aku makan malam jam berapa. Hehe..), langsung deh pergi tidur.
Sempet bangun beberapa jam cuma buat nulis cerpen dan melakukan kegiatan lainnya. Membuat konsep gitu, berhubung temanya adalah revolusi/perubahan. Setelah selesai, tidur lagi x_x hahaha...
DEG!
Aku terbangun jam tiga tepat.
"Astaghfirullah! Jam tiga, dan aku belum posting ke blog!"
Langsung deh aku ngambil jaket dan lari ke internet cafe terdekat (sinyal di daerah sini kurang bagus soalnya. Tidak memungkinkan untuk menggunakan modem).
Hasilnya? Cerpen di postingan sebelumnya. Fyuh...tugas selesai tepat pada waktunya. Alhamdulillah...
Bahkan pak penjaga warnet bilang "Ini mas, kembaliannya,"
Ya Allah...emang segitu miripnya ya? Yah ga apa-apa lah...hitung-hitung buat keselamatan diri sendiri.
Begitu selesai, langsung deh ambil langkah seribu ke rumah eyang...hahaha. Tugas selesai, yay!
Saatnya menjalani osmaru hari kedua~
Minggu, 24 Agustus 2014
Kamis, 21 Agustus 2014
Perubahan Untuk Awal Yang Baru
Perubahan Untuk Awal Yang Baru
Pagi ini sangat cerah tetapi Kirana
masih sibuk dengan pikirannya sendiri. Ia tahu bahwa dua hari lagi waktu ujian
akan tiba, dan ujian adalah hal yang sangat penting baginya. Sebuah ujian
kelulusan yang telah menyita waktunya untuk belajar keras dan juga berkonsentrasi
pada studinya. Masa SMA akan berakhir sebentar lagi dan setelah pengumuman
kelulusan nanti…menunggu bulan-bulan kedepan, ia pun resmi menjadi mahasiswi.
Setelah menghela napas panjang, ia
pun membereskan kamarnya, lalu pergi ke ruang makan untuk sarapan.
“Selamat pagi, Mama,”ujar Kirana
“Pagi, Sayang. Sudah siap menjalani
harimu?”tanya ibunya.
“Tentu saja aku sudah siap, Mama…wah…mama
masak makanan kesukaanku! Terima kasih, Ma,”ujarnya penuh sayang.
“Sama-sama…ada ulangan untuk hari
ini?”
“Tentu saja, Ma…aku kan sudah di tahun terakhir…ada ulangan Geografi dan Bahasa Inggris…doakan aku ya, Ma!”
“Tentu saja, Ma…aku kan sudah di tahun terakhir…ada ulangan Geografi dan Bahasa Inggris…doakan aku ya, Ma!”
“Tentu, Mama selalu mendoakan yang
terbaik untukmu, Kirana…”
Setelah selesai sarapan dan membantu
ibunya, Kirana pun berangkat menuju sekolahnya. Sekolah Kirana adalah sekolah
yang hijau dan juga asri, suasana yang sangat memungkinkan bagi para murid untuk
berkonsentrasi dalam belajar.
“Wah…Mbak Kirana rajin sekali ya…pagi-pagi
sudah dating,”sapa Pak Satpam.
“Tentu saja pak…saya kan sudah kelas
tiga…hehehe…harus lebih rajin! Mari, Pak…”
Dengan langkah riang ia berjalan
menuju ke kelasnya. Beberapa temannya sudah datang juga.
“Hai, Kirana!”sapa mereka
berbarengan.
“Hai, teman-teman!”sapanya ceria.
Teman-teman yang ada di kelas ini
sama dengan teman-temannya di kelas sebelas dulu. Dulunya, Kirana anak yang
menganggap sekolah hanyalah sebagai selingan semata, bukannya suatu kewajiban
pokok. Ia tidak terlalu peduli dengan sekolahnya dan lebih sering bermain
daripada belajar.
Ia juga sering terlambat datang masuk
sekolah karena malamnya ia begadang bermain game di komputer tanpa kenal waktu.
Dan setiap ulangan lisan pun, ia
jarang lulus karena konsentrasinya pecah terganggu: Ia sibuk dengan dunianya
sendiri.
Tapi untunglah, Kirana telah
tersadar. Saat hasil UTS Ganjil dibagikan, hal itu menjadi tamparan keras
buatnya. Dia yang biasanya mendapat nilai bagus kini harus merasakan bagaimana
rasanya mendapat nilai-nilai seperti itu.
Ia pun bertekad untuk kembali fokus dalam
belajar dan juga focus dalam studinya. Ia ingin sukses dan meraih impiannya.
Sebuah perubahan telah terjadi pada
Kirana tahun lalu. Ia sangat menyesal atas apa yang ia lakukan terdahulu,
termasuk tidak mendengarkan nasihat dari orangtua dan juga guru-gurunya. Di
tahun terakhir ini, ia menjadi orang yang lebih baik.
Langganan:
Komentar (Atom)