Minggu, 04 Oktober 2015

FAQs

Q: Sinta, kamu blasteran ya? Kamu pasti naturalisasi.
A: Enggak kok, aku orang Indonesia asli. Aku lahir di Ibukota Negara, tumbuh besar dan menempuh studi di Surakarta.

Q: Kalo bukan blasteran terus apa dong?
A: Keluargaku multikultur. Aku sendiri punya darah Jawa, Sunda, Minang, Betawi, Arab, China. Dua yang aku sebut belakangan itu leluhurku. Beliau-beliau merupakan penyebar agama ataupun pedagang pada zaman kerajaan di Indonesia, lama berselang.

Q: Nama kamu unik deh. Apa artinya?
A: Nama pertama artinya damai. Nama tengah itu gabungan nama orangtua dan nama terakhir itu nama taman nasional. Ada cerita kelam di balik nama terakhirku, tapi lebih baik aku engga cerita disini.

Q: Semua orang bilang kamu pinter...
A: Kalo engga belajar ya mana bisa pinter. Semua juga butuh proses. Tapi gini-gini aku juga pernah remidi kok. Dan, pernyataan miring orang-orang itu yang buat aku terus belajar dengan giat-walau memang ada hal yang aku ga ahli di dalamnya...*termenung*

Q: Kamu pendiem banget sih?
A: Gimana ya...engga juga sih. Aku tipe yang mengamati dulu baru ambil tindakan (?). Aku liat dulu gimana sifat orang itu, gimana dia berinteraksi sama orang lain. Kalo aku rasa oke, baru aku deketin. Kalo sama cowok, rada susah juga ya soalnya nanti dikira naksir atau murahan. Padahal murni motifnya mau temenan aja. Kenapa gini? Soalnya aku pernah nyapa tetanggaku, terus aku dibilang gini "Kamu kenapa senyam-senyum? Kamu gila ya? Memang saya kenal sama kamu?"
Lah. Aku kan cuma mencoba ramah.
Belakangan diketahui kalau dia sedang tertekan mentalnya karena suatu hal. Jadi ga heran kalo responnya kayak gitu.
Kalo emang orangnya cocok (setelah aku amati), ya endingnya kayak temen lama yang udah lama ga ketemu dan dipertemukan kembali. Kayak saudara, malah.


Q: Eeh..Sinta punya pacar ga?
A: Enggak (menjawab dengan lugas).

Q: Kenapa?
A: Dalam kepercayaan aku, yang namanya pacaran itu tidak diperbolehkan. Lagipula, aku mau fokus sama studiku karena ada janji yang harus aku penuhi.

Q: Kalau begitu, kamu naksir seseorang mungkin?
A: Tentu saja (jawabnya jujur amat). Aku normal kok kayak kalian. Jangan mikir yang aneh-aneh ya! *nepuk jidat*. Apa? Kasih tau? Well...gimana ya...yang jelas dia bukan dari kota yang sama denganku. Bukan temen sekelas. Sifatnya gimana? Rahasia! (Only Ayu and my mom who know about him-only know-without knowing his traits, seperti apa rupanya, dan apa alasanku kyahaha. Rahasia!). Tapi seperti yang kakak tingkatku bilang, jangan katakan hal ini pada mereka yang dekat denganmu (temen cewek maksudnya), karena endingnya temenmu jadi ikutan naksir.

Q: Tadi kamu nyebut soal janji. Janji apa? Kepada siapa?
A: Janji untuk kembali. Kepada siapa aku berjanji akan hal tersebut.

Q: Kamu sering banget bilang 'Guru bilang ini-' atau 'Guru bilang kalau' sebenarnya beliau-beliau itu siapa sih kok berpengaruh sekali sepertinya buat kamu?
A: Beliau-beliau merupakan pengajarku lama berselang, dan aku belajar banyak hal dari mereka semuanya. Aku pun ingat apa-apa saja yang pernah mereka katakan ke aku loh (saking ngenanya). Berkat merekalah aku jadi aku yang sekarang ini. Entah ya, dari sekian lama aku menuntut ilmu, aku cuma cocok dengan semua pengajarku itu-mungkin karena pola pikir kita sama. Hahaha.
Kalo digambarin mirip ama Rock Lee sama Guy Sensei di Naruto. Catatan: semua orang bisa jadi guru, loh. Jadi yang

Q: Kalo ngomong kok cepet banget?
A: Karena kalo kelamaan (buatku) nanti aku lupa mau ngomong apa! Haha xD

Q: Gimana caranya kamu bisa Bahasa Inggris? Plus, caramu ngomong pun engga medok.
A: Aku otodidak. Belajar dari nonton film, main game, dengerin lagu+nerjemahin artinya, sama baca novel.
Waktu kecil aku belajar dari kamus bergambar.

Q: Mata pelajaran/Mata kuliah favorit?
A: Geografi, Bahasa Inggris, Matematika, Bahasa Mandarin/Sistem Politik Indonesia, Sistem Hukum Indonesia, Komunikasi Massa, Sistem Sosial Budaya Indonesia, Teori Komunikasi. Banyak ya...hehehe.

Q: Satu lagi, kenapa kamu ga pernah pakai nama aslimu?
A: Karena diam-diam di luar sana ada semacam stalker yang setiap kali dia punya kesempatan selalu lewat di depan rumah kakek dan nenekku (untuk nyari aku!) Dia bahkan berusaha ngeadd semua keluargaku juga di sosmed. Parahnya lagi, di suatu kesempatan, dia pernah dapet gambar aku waktu masih kecil. Intinya, di era informasi seperti sekarang ini, kecil kemungkinan seseorang ga dapet menemukanmu di dunia maya. Yang jadi masalah adalah apabila informasi mengenai kamu disalahgunakan oleh orang lain. Contohnya si stalker wanna be itu. Pernah loh, waktu itu temenku ngasih nomor hp aku ke mantan pacarnya. Aku marah sama anak cewek itu. Motivasinya apa? Anu katimpuhan mah da urang, bukan manehna -,-


0 komentar:

Posting Komentar

 

Starry Nights' Thoughts Template by Ipietoon Cute Blog Design