Aku belum pernah mendengar tentang hal itu sebelumnya!
Selama ini ia hanya tutup mulut-seolah-olah ingin supaya kisah itu hanya diketahui oleh dia dan Tuhan hingga ajal menjemputnya kelak.
Wanita itu bercerita dengan bersemangat-aku mulai membayangkan adegan dari kisah yang ia ceritakan: sebuah petualangan yang seru tapi juga mencekam di saat yang bersamaan.
Dia bercerita mengenai banyak hal-sambil tertawa-bahkan di saat yang menurutku mendebarkan. Ia pun memberikan nasihat untuk kami semua selaku generasi muda.
Semua memandangnya dengan beragam ekspresi: takut, bersemangat, kaget, dan tidak percaya.
Panggilan jiwa, katanya.
Panggilan jiwa? ulangku.
Duhai apa yang membuatnya menjadi seperti ini? Ada sesuatu yang mengerikan dalam kilat matanya saat ia mengatakan hal itu.
Kapan kiranya ia akan menjadi diri lamanya yang lembut dan pengasih-dan bukannya alat yang tak memiliki perasaan?
Kami semua beruntung karena tidak hidup pada masa-masa mencekam puluhan tahun lalu.
Semuanya tak dapat mengatakan sepatah kata pun untuk menanggapi ceritanya.
0 komentar:
Posting Komentar