Sabtu, 29 Agustus 2015

Tetaplah waspada! Jangan biarkan penampilan mengecohmu

Mau mencuri di rumah saya?

Saat itu sore hari, pukul 14.36 WIB dan Sinta sedang menunggu Satria pulang dari sekolahnya.
Aku mengernyitkan dahi. Tumben jam segini belum pulang, ini kan Sabtu. Main dulu sama temennya kali, ya?
Tiba-tiba terdengarlah suara pagar rumah yang terbuka. Pagar itu agak sulit dibuka karena berat dan berdirinya yang agak miring.
"Asyik, dateng juga si Satria" langsung deh aku sprint dari kamar ke pintu depan. Sekalian olah raga ceritanya (?).
Eh?
Alih-alih sosok pemuda tinggi besar, yang nampak dari dalam adalah sosok ibu-ibu di usia 30-an, sedang melirik kesana-kemari. Dia sudah ada di depan pintu rumahku.
Ga sopan banget! Seenggaknya dia bisa dong mengucap salam.
Dengan cepat aku membuka kunci pintu rumah depan.
"Cari siapa, bu?"tanyaku dingin, kedua tangan bersedekap di depan dada. Aku sengaja menatapnya dengan tajam.
"Eh...itu anu..."dia kaget.
Aku terus saja menatap ke kedua matanya, untuk mengetahui dia bohong atau tidak.
"Anu apaan?!"
"Ini...ini rumahnya Mbak Yekaterina?"
Aku berusaha mengingat sebentar. Nama yang asing.
"Di kompleks ini ga ada yang namanya Yekaterina"jawabku lugas, dengan nada mengakhiri topik pembicaraan.
Dia masih berdiri disitu, jadi aku bilang, "Ibu bisa pergi"
Lagi, dia tampak gugup. Aku menghafalkan plat nomor kendaraannya, just in case.

Aku sudah beberapa kali mengalami kejadian seperti ini jadi jangan salahkan aku kalau aku selalu defensif dan waspada.

Lain ceritanya saat aku SMA dulu. Karena lelah, aku memutuskan untuk menginap di rumah kakek dan nenek yang ada di Kecamatan Laweyan, yang lokasinya lebih dekat dari sekolahku. Baru saja pulang sekolah dan beristirahat di pintu depan.
Greeek
Seseorang membuka pagar besi garasi. Pagar itu amat berat. Pagarnya tidak dikunci karena paman sedang keluar membeli gas dengan mobil ke warung terdekat.
Seseorang berwajah sangar dan berbadan tambun tampak memasuki pekarangan rumah. Pria itu mengenakan jaket kulit imitasi dan kaus kuning sebagai lapisan bawahnya. Ia masih mengenakan helmnya dan sedang memindai rumah kakek dan nenek.
"Siapa tuh?"tanya Bang Bastian. Aku memintanya untuk diam. Untung pintu ruang tamunya dikunci.
Ada asbak rokok dari kaca di atas meja teras rumah. Tanpa ragu-ragu, dia mengantonginya.
"Kampr-"
Bang Bastian sudah mau beranjak dari tempatnya, aku lalu memintanya duduk, sambil mengedikkan kepala.
Ada pisau yang terselip di ikat pinggangnya.
Aku masih sweat drop di tempat dan Bang Bastian mendengus, "Maling macam apa..."
"Dia kira itu kristal kali ya?"
Kami mengawasi pergerakannya dari dalam rumah saat ia beranjak menuju ke belakang lewat jalan samping.
Untungnya, Mas Bimo, salah satu anak yang kost di rumah itu, sedang bermain gitar dengan teman-temannya. Aku dan Bang Bastian melihat si pelaku mengawasi sejenak lalu kembali lagi ke depan. Dia lalu pergi ke depan dan tancap gas begitu saja.

Ini bukan yang pertama.
Dulu pernah ada buronan yang melarikan diri ke halaman rumah itu. Larinya amat cepat, orang hanya melihat sekelebatannya saja. Dia masuk lewat pintu yang biasa dipakai anak kost. Bang Bastian berasumsi kalau dia memiliki ilmu tertentu yang mampu membuatnya seringan bulu dan berlari secepat itu. Tak lama kemudian, dua orang petugas kepolisian datang mengejarnya.
Dia lari ke arah kost-kostan. Jalan buntu. Dia lalu memutar balik dan pergi ke kebun. Another dead end.
Lalu dia pun ditangkap.

Seorang polisi kemudian menjelaskan bahwa dia adalah seorang pembunuh yang sudah lama buron. Kakek cuma bisa terdiam. Mungkin masih syok-bayangkan saja-atlet olimpiade maraton sekalipun ga mungkin lari secepat itu.

Ada juga penipu (dengan gendamnya). Modusnya? Mencari kost-kostan atau servis kompor gas.

Jadi, ga ada salahnya kok kalau selalu waspada dan berhati-hati.  Apapun itu, tetap kunci jendela dan juga pintu rumah-jangan biarkan kuncinya menggantung begitu saja. Di zaman sekarang ini, orang akan melakukan apa saja apabila kondisinya sudah terhimpit.


Semoga Allah swt. melindungi kalian sekeluarga. Aamiin yaa rabbal alamiin.

0 komentar:

Posting Komentar

 

Starry Nights' Thoughts Template by Ipietoon Cute Blog Design