Semarang, Kamis 21 Januari 2016
Yay besok akhirnya Sinta pulang ke Solo, setelah dua minggu penuh lamanya Sinta pergi liburan bersama dengan keluarga dari pihak ayah.
Pagi itu berjalan lancar seperti biasanya sampai tiba saat kakek berperilaku tidak seperti biasanya.
Kakek seorang purnawirawan, dan bisa dibilang tidak pernah sakit karena badannya segar bugar. Pagi itu, pukul delapan pagi, tiba-tiba saja kakek berperilaku aneh.
"Eyang saya terapi ya"kataku, sambil membawa minyak angin dan tongkat terapi. Aku masih belajar akupresur. Setidaknya aku bisa membantu kalau ada anggota keluarga atau temanku yang sedang kurang enak badan :D hehehe
Loh!
"Err...eyang belum pakai celana pendek, loh"kataku.
"Ha? Masa Iya?"kakek malah balik tanya. Tatapan matanya kosong.
Buru-buru Sinta balik kanan, berlari menghampiri nenek, maksudnya supaya nenek memakaikan celana buat kakek.
"Loh! Bapak belum pakai celana, loh"
"Udah kok, lha ini"
Nenek langsung menangis. "Loh, badannya demam gini!"
Saya takutnya kalau kakek kena gejala Alzheimer.
Nenek langsung memanggil dokter ke rumah untuk memeriksa kakek, tapi dokternya tak kunjung tiba.
Beberapa tetangga juga sudah tiba di rumah, siap membantu.
"Bagaimana kalau saya supirkan ke RS saja bu?"tawar Pak Hendro, tetangga sebelah rumah.
"Aduh, terima kasih banyak, Pak"kata nenek sembari tersedu.
"Loh ini kuncinya mana, eyangti?"tanyaku. Tidak ada di tempat biasanya.
"Tadi pagi bekas eyangkung manasin mobil, ga tau ditaruh dimana"kata nenek.
Jadi aku dan Bu Diah mencari ke seluruh penjuru rumah. Namun tetap tak ditemukan.
"Ya sudah bu, pakai mobil saya saja"kata Pak Hendro.
Sembari sesengukan, nenek berterima kasih pada Pak Hendro, Bu Diah dan yang lainnya. Aku dan beberapa bapak membopong kakek masuk ke dalam mobil.
Untungnya Kakek dan Nenek sudah memiliki BPJS Kesehatan, lengkap dengan fotokopian kartu BPJS dan juga fotokopi KTP untuk mempermudah syarat administrasi. Segala sesuatunya berjalan lancar.
Karena RS yang kami tuju sudah kehabisan ruang ICU dan HND, maka kakek dirujuk ke salah satu RS yang lokasinya dekat dengan Simpang Lima, Semarang.
Aku dan Nenek ikut dalam ambulans. Aku terus membaca ayat-ayat Al-Quran sementara nenek berdoa untuk keselamatan kakek-rosario digenggam erat dalam tangan.
Akhirnya kami tiba di RS rujukan. Salut sekali dengan Dokter dan Paramedis yang cepat tanggap dalam bertugas :")
Kakek terkena infeksi paru-paru. Kadar oksigen dalam darahnya ada di bawah ambang normal. Karenanya detak jantungnya tak beraturan dan tensinya jadi tinggi.
Pantas saja, karena kurangnya oksigen tersebut kakek jadi linglung, pikirku. Aku jadi ingat saat Almarhum Kakek hampir melompat dari Lantai 6 RS Harapan Kita Jakarta karena hal serupa. Untungnya ada Bude dan Mama yang menjaga. Katanya ada Ninja, dan kakek mau ikutan lompat di atap.
Kok ya ndelalah kunci mobil ketlisut dan HP kami (aku dan nenek) lowbatt -,- mesti kalo ada hal genting ada aja hambatannya.
Sinta langsung mengabari seluruh anggota keluarga kalau kakek dirawat di rumah sakit.
Ayah dan Mama datang sorenya, dan Tante, Bude, Pakde dan lainnya datang besok paginya. Duh, untung saja kakek ga kenapa-napa T..T
Alhamdulillah hari ini kakek sudah bisa dipindahkan dari HND. Kondisi beliau berangsur pulih dengan cepat. Tentu saja, karena kehadiran keluarga membantu dalam proses penyembuhan :D
Untungnya aku masih di Semarang jadi aku bisa bantu nenek dan bisa gerak cepat dalam menangani ini :")
Sabtu, 23 Januari 2016
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar