(n)aroma yang menguar di udara ketika tanah bertemu
dengan tetesan-tetesan hujan pertama di akhir kemarau
Hujan mulai turun kala itu-suatu hal yang amat
dinantikan oleh para pluviophile.
Dimana yang lainnya pasti akan teringat kembali akan
kenangan-kenangan indah mereka di masa yang telah lalu.
Dimana aroma magis petrikor seolah menghidupkan
kembali alam imajinasi yang mengajakmu untuk berkarya.
Hari itu, nampaknya para pecinta hujan tengah
merayakan hari awal tibanya musim hujan di bulan itu-dengan cara mereka
masing-masing.
Salah satunya adalah dia.
Ia tersenyum sembari memandang ke kejauhan-kepada
halimun yang mulai turun-kepada semua bayangan kelabu yang menghiasi
pemandangan. Ia terhanyut dalam dunianya.
Ia sendiri bahkan sudah tidak memiliki warna. Sama
halnya dengan apa yang tengah dilihatnya di kejauhan.
Matanya menerawang jauh hingga ke pegunungan nun di
sana. Ia bahkan tidak repot-repot mengacuhkan suasana di sekitarnya.
Ada rindu dan juga kesedihan dalam pandangannya.
Seulas senyum getir pada bibirnya.
Karena petrikor dan rintik hujan-mengiringi
perpisahan antara ia dan juga dunianya, lama berselang.
Ia menyadari tatapan seseorang yang selama ini
mengamatinya.
Ia tersenyum ramah-lalu menghilang. Seiring dengan
berhentinya hujan.
Bogor, Mei 2014.
0 komentar:
Posting Komentar