Kamis, 02 Juni 2016

Sitaresmi dan Lintang saling bertukar pandang. Tatapan mereka tertuju pada seorang anak manusia dengan langkah pelan nun di sana.

"Dua tahun sudah berlalu,"terang Lintang.
"Aku tak menyangka waktu akan beranjak secepat itu, Kak"

Sitaresmi mengangguk setuju. Ia tengah asyik mengamati manusia itu.

"Kalau kau lihat baik-baik, kamu akan melihat kesedihan di raut wajahnya yang datar itu"
"Tapi bahkan matanya hampa tanpa ekspresi,"tukas Lintang.

Lintang berpendar terang sesaat. "Kau benar-ada kesedihan yang samar bahkan dalam sorot matanya"

Jauh dari dua kaka beradik itu, seorang manusia tengah berdiri di depan pintu rumahnya.

Tubuh tegapnya tampak lelah dan ia pun menghela napasnya.

"Aku pulang!"serunya seraya membuka pintu.

Selamat datang!
Kakak tumben baru pulang jam segini. Sibuk kah?
Kak, Ibu ingin dengar kisahmu tentang kegiatanmu seharian tadi-
Kakek juga mau dengar...hehehe...
Pasti capek, ya? Nenek sudah buatkan teh untukmu
Mandi dulu, Nak-jangan makan dulu baru mandi nanti kamu sakit-
Bibi dan Ibumu membuat masakan kesukaanmu sore ini-
Paman habis menemukan spesies hewan baru, lho...kamu mau lihat fotonya? Makan dulu ya, tapi...

Alih-alih jawaban yang biasa ia terima dari keluarganya...
Kegelapan total-lah yang menyambutnya.

Tempat ini besar dan nyaman-tapi tidak ada kehangatan yang diberikan oleh keluarga di dalamnya.

Wajah itu tetap tidak menunjukkan ekspresi apapun.

Tetapi Sitaresmi dan Lintang yakin sekali bahwa mereka melihat kilau air mata yang membasahi pipinya tepat sebelum ia masuk ke dalam rumah.

0 komentar:

Posting Komentar

 

Starry Nights' Thoughts Template by Ipietoon Cute Blog Design