Halo. Disini Sinta Alexandria, yang masih menyimpan rindu pada sekolah lamanya, nun jauh di sana.
Kenalkan sekolah impian Sinta yang ia idamkan sejak kelas satu dahulu
Lokasinya yang berada di dataran tinggi membuat tempat itu sejuk dan nyaman.
Banyak pelajar yang menganggap tempat itu sebagai rumah keduanya.
Disana, ia bertemu dengan pelajar-pelajar dari seluruh penjuru negeri.
Para pengajar adalah mereka yang terbaik di bidangnya. Sinta menganggap beliau semua seperti orangtua sendiri.
Kakak-kakak disana cerdas,bijaksana, mengayomi adik-adik kelasnya, hangat, dan lucu. Sinta menganggap mereka dan teman-teman seangkatannya seperti saudara sendiri.
Dan semua yang disana bersifat ksatria-mereka yang siap sedia menghadang angkara murka.
Sinta menyayangi mereka semua-mulai dari teman seangkatan, kakak kelas, bapak-ibu pengajar, dan sekolah itu.
Sangat menyayanginya.
Sinta ingin menjadi ksatria yang kuat dan cerdas.
Sinta menyayangi itu semua hingga detik ini.
"Bapak...Ibu..Kakak...disini jauh berbeda"kata gadis itu, sembari memeluk tubuhnya rapat-rapat. Angin dingin menderu kencang dari segala penjuru di tempat terbuka itu.
"Disini dingin..."
Yang cerdas pastinya tahu dia tak sedang bicara mengenai cuaca. Tapi lebih kepada sikap orang-orang disini. Jiwa korsa? Nol besar. Apathetic at its finest.
Di saat seperti ini, seorang kakak kelas yang sedang melintas di dekatnya atau teman seangkatannya pasti akan langsung memberikan jaket mereka untuknya atau menawarkan bantuan apa yang kiranya bisa mereka lakukan, karena dia terlihat pucat dan sakit.
Dia sedang amat sakit namun tak satupun seseorang dari kelompoknya datang untuk mengerjakan kewajibannya sebagai anggota kelompok-semuanya melimpahkan tanggung jawab kelompok pada gadis itu.
"Apatis"kata gadis itu pada akhirnya. Wajah sudah menekuk sedemikian rupa saking kesalnya.
"Tidak disiplin"dia sudah menunggu sejam dari waktu yang ditentukan. Ia ingat betul bagaimana para pengajar selalu bilang bahwa mereka yang cerdas namun tak disiplin akan sangat membahayakan.
Mereka yang ada disana dan juga disini sama cerdasnya.
Namun, ada garis pembatas jelas yang memisahkan keduanya.
Antara mereka yang bersifat ksatria
Dan mereka yang tidak peduli dengan sesamanya.
0 komentar:
Posting Komentar