Mira dan Senandung Senja
Written by Sinta Alexandria N.
Bagian 2: Acara Perkemahan Tahunan
Sejak mimpi tadi malam, Mira tidak bisa memejamkan matanya kembali. Ia melirik kalender meja di samping tempat tidurnya.
Gadis itu menghela napas.
Dia ingat bahwa hari ini dia dan teman-teman sekolah seangkatannya wajib mengikuti acara perkemahan tahunan yang diselenggarakan oleh pihak sekolah.
Dia suka berkemah dan melakukan kegiatan di luar ruangan.
Namun ada satu hal yang mengganggunya, yang membuatnya enggan datang.
Ding!
Ponselnya berbunyi.
Mira sudah bangun kan? Jangan sampai ketiduran ya hihi
-Risa
Gadis itu cuma bisa geleng-geleng kepala. Sahabatnya itu pasti terlalu excited sampai terbangun sepagi ini.
"Kamu jangan sampai ketiduran di jalan ya. Ga mau kan kalau truk yang membawa kita menurunkanmu kembali di sekolah? Hahaha"
Alih-alih bus, banyak sekolah yang kerap kali menggunakan truk pasir sebagai pilihan transportasi yang digunakan untuk mengantarkan murid-murid ke lokasi perkemahan.
Masyarakat yang mereka temui dalam perjalanan bakal dengan usil mengganggu anak-anak itu: meletakkan jari telunjuk secara horizontal di leher mereka lalu melakukan gerakan memotong seolah berkata 'kalian kayak sapi aja'
Mira sudah mempersiapkan semua ini jauh-jauh hari. Ransel dan tas pramuka sudah bertumpuk rapi di sudut ruangan.
Dan seragam pramuka lengkap dengan atributnya sudah dilipat dengan rapi di atas meja belajar.
Ding dong ding dong!
Risa menelepon.
"Halo, Risa-"sapa Mira.
"MIRA! SELAMAT PAGI, SIS!"
Mau tidak mau Mira menjauhkan ponselnya dari telinga. Suara teriakan nan cempreng itu bisa merusak pendengarannya.
"Ada apa nelepon pagi-pagi?"tanyanya datar.
"Kamu tau ga? Nanti kita bakal mencari jejak di hutan loh! Asyik kan?"
"Asyik banget! Aku paling suka acara itu!"seru Mira antusias.
"Nanti-juga ada jurit malam loh! Asyik banget lah hahaha. Semoga aku bisa sekelompok sama Wisnu ahahaha!"
Mira cuma bisa ha-ha-ha saja.
Kecil kemungkinannya, Risa.
Tapi dia cuma mengatakan hal itu dalam hatinya.
Begitu mentari muncul di balik perbukitan, Mira mulai beranjak membereskan tempat tidurnya dan bersiap-siap untuk berangkat ke sekolah.
0 komentar:
Posting Komentar