Jumat, 04 Desember 2015

Candy shi women de xiaomao!

Judul dalam Bahasa Mandarin diatas berarti 'Candy adalah kitten milik kami'.



Aku belum pernah cerita tentang Candy ya. Hehehe...

Alkisah karena Sinta dan adiknya, Satria menginginkan seekor kucing untuk dipelihara, maka mereka berdua pun bekerja keras supaya keinginan tersebut dapat terealisasikan.

Setelah beberapa bulan, kami pun dapat uang untuk mengadopsi anak kucing tersebut. Aku tahu dalam agamaku yang namanya memperjualbelikan kucing itu tidak boleh. Jadi mau bagaimana lagi?

Setelah menghimpun informasi dari internet dan janjian dengan penjual kitten tersebut, berangkatlah Sinta dan Bang Bastian menuju lokasi.

"Rumahnya yang ini kan mbak?"tanya Bang Bastian, menunjukkan rumah gedongan bergaya minimalis di depan kami.

"Feelingku bilang sih bukan, mas"kataku datar. Benar saja, tak lama kemudian seorang pemuda keluar dari rumah lain-yang lokasinya ada di dekat rumah yang kami bicarakan.

"Silahkan masuk, mas...mbak"

Aku dan Bang Bastian saling lirik. Masnya ini mahasiswa. Dan ini kosannya.

Dia menunjukkan kamarnya. Aku dengan polosnya masih bertanya-tanya di dalam hati, mana ya anak kucingnya? 
Begitu pintu kamarnya dibuka...
Aku dan Bang Bastian berusaha keras untuk tidak kaget.

Luas kamarnya sekitar 4x3m. Dan yang bikin kamu sweat drop adalah adanya dua kandang kucing besar dua lantai yang ada di masing-masing sudut kamar tersebut.

Aku...
Speechless.

Kondisinya sedikit lebih baik daripada kitten terakhir yang aku lihat di pasar hewan.

Aku menggendong Candy, si kecil red tabby itu lalu 'memamitkan' dia pada orangtua dan adik-adiknya.

"Papa, Mama, dan adek-adek...Candy pamit ya...kalian sehat-sehat ya"kataku sambil menghadapkan kitten manis itu pada keluarganya. Masnya cuma bisa cengoh dan Bang Bastian menahan malu. Sodara gue rada sengklek! Pasti dia berpikir begitu.

Besoknya, aku langsung bawa Candy ke dokter untuk diperiksa kalau-kalau dia punya penyakit. Dan benar saja, di telinganya ada kutu telinga (karena jarang dibersihkan oleh owner sebelumnya). Dengan malu aku menjelaskan ke dokter kalau kami baru saja mengadopsinya.

Begitu sampai rumah Candy senang sekali karena bisa bermain dengan leluasa dan tidak terhalang lagi oleh sangkar besi yang setiap hari mengukungnya.

Candy selalu buang air di litter box yang sudah disediakan. Ia juga suka berburu dan bermain kejar-kejaran dengan kami.

Kalau solat, Candy suka duduk di samping dekat sajadah dan sama sekali tidak mengganggu.

Candy memang manis dan pintar!

0 komentar:

Posting Komentar

 

Starry Nights' Thoughts Template by Ipietoon Cute Blog Design