Rabu, 08 Februari 2017

Khusus Mahasiswa UNS: Hal-Hal yang Wajib dilakukan saat KRSan

Assalamualaikum...selamat malam teman-teman semua!

Di hujan yang syahdu ini Sinta akan memberi step-by-step tata cara KRSan bagi teman-teman semua, khususnya mahasiswa baru, angkatan berapapun! So check this out~

1. Cek kalender akademik UNS

Supaya kamu bisa tahu, kapan sih jadwal KRSannya

2. Menghubungi Dosen Pembimbing Akademik (PA)

Usahakan pakai kalimat yang sopan, ya! Dan kirim SMS-nya pada waktu jam kerja. Paling pagi jam setengah tujuh, paling malam maksimal jam setengah tujuh malam... :D

3. Log in ke siakad.uns.ac.id

Saran Sinta sih log in ke web maksimal H-2 KRSan. Mengapa? Karena servernya kadang suka down kalau banyak yang akses :''v atau kalian juga bisa kunjungi siakad40.uns.ac.id


Jangan lupa untuk memasukkan NIM (Nomor Induk Mahasiswa), PIN dari bank sebagai password, dan mengisikan kode sesuai dengan angka-angka yang tertera ya...setelah itu klik Log In

4. Setelah sukses log in, pada side bar sebelah kanan, klik tombol Kartu Renc. Studi (KRS)


Teman-teman bisa klik 'Tambah Mata Kuliah' untuk menginput mata kuliah wajib/pilihan. Apabila mendapat jadwal yang saling bertubrukan antara mata kuliah satu dengan yang lainnya, segera menghubungi Bagian Pendidikan Fakultas masing-masing.

5. Setelah selesai, klik 'Cetak KRS'. Jangan lupa pula sertakan kuitansi bukti autodebet yang dapat diunduh pada laman registrasi online. KRS dikopi 3x menggunakan kertas karton warna biru telur bebek. Jangan lupa teman-teman tandatangani ya~

6. KRSan dengan Dosen Pembimbing
  
Bapak/Ibu dosen akan memberikan transkrip nilai (KHS) semester lalu kepada teman-teman semua. Yay~ Semangat, semangat! :D

7. Pengecapan KRS

Yosh! 1 KRS dengan rekap hasil autodebet ditinggal di bagian pendidikan/di tempat sekretaris prodi, yang 1 untukmu, dan yang 1 lagi dikembalikan ke map milikmu, sebagai rekapan untuk Bapak/Ibu Dosen Pembimbing :D

Sekian teman-teman :D Semangat buat KRSannya dan semoga diberikan kemudahan dan kelancaran :D

Salam,

Sinta Alexandria



Minggu, 18 Desember 2016

Magus dan Lima Bola Api Kehidupan

Gadis itu adalah seorang magus.

Ia memiliki rambut ikal berwarna lembayung sepanjang punggungnya yang ia tata dengan rapi. Matanya yang keemasan selalu menatap kosong dan seolah jiwa-nya sudah hilang lama berselang: tidak ada sinar kehidupan pada kedalamannya.

Ia tinggal di kamar teratas yang terdapat di dalam puri milik keluarganya, bersama dengan keempat bola api miliknya.

Keempat bola api itu merupakan representasi dari hal-hal yang membuatnya tetap 'hidup': Oranye melambangkan keluarga, biru melambangkan pengajar-pengajarnya, kuning untuk teman-temannya dan merah untuk bangsanya.

Kalian pasti bertanya, hanya itu saja?

Ya. Karena dia selalu yakin bahwa di dunia ini, hanya keempat hal itulah yang peduli dan menyayanginya. Mereka (manusia) yang benar-benar peduli padanya.

Dan ia sadar betul, seiring dengan berjalannya waktu, bola api-bola api magis miliknya semakin mengecil.

Apa yang terjadi jika keempatnya hilang?

Otomatis, dia akan mati.

Karena jantung artifisial yang selama ini bersemayam dalam tubuhnya...hidup dengan bahan bakar keempat bola api itu.

Dulunya dia adalah magus biasa, seorang gadis yang penuh dengan semangat dan juga senyuman.

Namun segala sesuatunya berubah dan perlahan, esensi kehidupan yang berada di jantungnya mulai menghilang.

Pernah suatu ketika temannya bertanya, "Tidakkah ada seseorang yang kau sukai?"

Magus itu hanya memberi tatapan penuh tanya (yang nampaknya seperti tatapan sinis) sebelum berkata, "Tidak,"jawabnya singkat.

"Mengapa tidak?"

Untuk pertama kalinya, temannya melihat magus itu menunjukkan emosi: dia memutar bola matanya.

"Akan kukatakan satu hal: mereka menyukaimu hanya karena kamu cantik dan menarik. Itu saja. Tapi begitu kecantikan tersebut mulai hilang, aku ragu bila mereka akan tetap tinggal"

"Tapi kamu kan cantik..."

"Memangnya kamu pernah melihat wajah dibalik topeng ini?"

Magus itu...selama lima tahun belakangan ini selalu memakai topeng diwajahnya. Tipe topeng yang biasa dipakai pada saat pesta dansa.

"Well...tidak sih..."kata temannya. "Tapi aku yakin kalau kamu cantik,"kata pemuda itu dengan optimis.

Wajahnya tidak menunjukkan ekspresi. Tapi si magus berucap pelan, "terima kasih"

"Sebetulnya... bola api-mu itu ada lima kan?"tanya pemuda itu seraya mengayunkan kakinya. Ia sibuk menatap bayangan sahabatnya itu di tepi danau; mengamati komunikasi nonverbal-nya.

"Oh ya?"tanya si magus

"Aku cuma seorang inventor sih...tapi coba pikirkan...masak kamu cuma punya keluarga, teman, pengajar, dan negara yang begitu kamu cintai ini. Maksudku...masa sih ga ada seseorang spesial yang begitu kamu sayangi?"

"Apakah kamu punya teori?"

Si magus menelengkan kepalanya.

"Aku selalu mendengar kisah tentangmu, Rowena. Kisah seorang Putri baik hati yang selalu menyamar dengan tudung hitamnya dan menolong orang-orang yang membutuhkan,"ia memulai.

"Sayangnya, dia terlalu baik hati. Saking baik hatinya...dia sampai memberikan bola api putih miliknya - lambang kasih - kepada..."

"Wah menarik. Kamu belajar mengarang dari siapa, Arne?"

Pemuda itu bisa melihat dengan jelas senyum samar yang menghiasi wajah si magus.

"Tentang bola api putih itu...hmm...dia memudar...lalu meledak. Hahaha..."tawanya getir.

"S-sungguhkah?!"

Magus itu mengangguk santai. "Apiku tinggal empat, kudekap erat-erat~"

"Lagipula, aku hanya punya empat bola api ini sedari lahir. Bola api putih itu adalah bagian dari jantung artifisial buatan keluargaku,"katanya. "Mereka berharap sekali aku akan menemukan seseorang yang aku sukai...bukan. Aku sayangi. Seseorang untuk dilindungi. Orang yang melindungiku. Tapi...Itu harapan yang utopis sekali. Iya kan, Arne?"

Arne hanya terdiam. Ia tidak menyangka kalau Rowena berpikir demikian.

"Yah kendati demikian, aku harus tetap bersyukur. Bukankah begitu, tuan inventor?"

Arne bersumpah bahwa ia melihat mata keemasan Rowena menggenang.

Air matanya meleleh,

Jatuh ke atas rerumputan dan alang-alang yang tertiup angin.

Selasa, 06 Desember 2016

"You're Pretty"

Said my grandpa when I told him about my friend being racist to me at school.

Said my grandma when I first using glasses.

Said a nurse over radiology department when I checked my lungs.

Said sensei-sama when he's encouraging me to have a 10km+ longmarch.

Said a policeman when asking for my driving license.

Said a librarian when I borrowed a book.

Said an old lady when I bought food for my brother.

Said a 4 years old little girl who often following me around...

Said a hairdresser when she's asking why I cut my hair 'that way'.

But you know what, folks?

Just being pretty...
Kind...
Intelligent...
(^those are what people who know me think about me. Not myself ^^;;)

Just being myself in general.

It's not helping me at all.

In the end...

I always be the one...

Who get hurt the most :')

I'm done already with 'that' kind of hope.

I think...it's a kind of dream that will never happened to me.

Besides...I don't deserve 'it' anyway.

Right?

Kamis, 01 Desember 2016

Buatmu yang ingin melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi

Buatmu yang ingin melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi~

Hai!

Jumpa lagi dengan Sinta Alexandria.

Di postingan kali ini, Sinta mau bagi tips dan trik supaya temen-temen lolos seleksi SNMPTN atau ujian masuk Sekolah Tinggi dan lainnya :D

Sinta urutkan dari SNMPTN ya ^^

Kalo dulu pas SMA Sinta dapet pengarahan dan informasi dari sekolah (dan lembaga lain) kalau nilai kita dari semester 1 sampai semester 5 harus ada kenaikan walau sedikit...

Prestasi temen2 seangkatan bahkan ikut jadi penentu.
Begitu pula jumlah alumni SMA/SMK/MA kalian di universitas yang hendak dituju.

Begitu pula dengan nilai ujian Nasional dan UAS-nya harus oke sehingga presentasenya memuaskan...

Setidaknya itu yang Sinta tahu selama sekolah dulu ^^;;

Seleksi masuk akademi/sekolah tinggi/politeknik

Jjaang~~

1. Tes Kompetensi Dasar

Berisi serangkaian tes mulai dari wawasan kebanhsaan, tes intelegensia umum, dan tes apa kerja gtu lupa Hahaha xD

Tes ini diadakan oleh Kemenpan-RB...

Ada passing gradenya lho...
Untung waktu itu Sinta jurusan IPS jadi lancar pas ngerjain soal2 tes wawasan kebangsaannya. Untuk latihan, kalian bisa cari di internet ^^ ada banyaaak bgt soal buat latihan

Oke bgt kalo kamu suka baca buku apapun genre bukunya.

2. Tes Potensi Akademik

Berisi serentetan soal matematika dasar, bahasa, dan psikologi (yang dikerjakan seharian penuh dengan break 2x untuk ishoma). 
Sama soal2 logika juga. Asyik kok :p

3. Tes kesehatan

Yang ini engga perlu belajar sih...saran Sinta...Monggo di Googling apa-apa saja yang akan diteskan :'')

Sama, dengarkan instruksi baik-baik yaa...
Tes kesehatannya dilakukan oleh panitia jadi kalian ga usah tes sendiri T___T #sedih

4. Tes kesamaptaan!

Terdiri atas samapta a (lari 2.4 km dalam waktu 12 menit)

Dan samapta B (push up, sit up, chinning buat cewe dan pull up buat cowo sma shuttle run aka lari angka delapan. Larinya dari kanan ke kiri yah kalo engga kalian disuruh ngulang lol. Pokoknya dengerin instruksi baik2)

5.. Wawancara Mental Ideologi
Pas akhir TPA kalian bakal diminta untuk ngisi pertanyaan MI tertulis dan disini kalian akan diuji lagi~
Pertanyaannya mencakup pertanyaan secara personal dan pengetahuan umum serta lainnya. Pokoknya kalo kalian anak IPS dan menyimak pelajaran kalian dengan baik, kalian pasti akan bersyukur saat wawancara MI.

Siap2 aja karena pewawancara biasanya minta kamu untuk bercerita berdasar bahasa asing yang kalian kuasai. Pokoknya ga ketebak wkwkwk :v

6. Pantukhir

7. Diterima 😆😆😆 Alhamdulillah...yay!

Bersyukur kepada Allah. Berterima kasih kepada orang tua terutama Ibu yang selalu menyisipkan doa-nya untuk kalian di setiap sepertiga malam.

Berterima kasih untuk teman-teman yang selalu mendukungmu hingga akhirnya kamu diterima.

Ini adalah tanggung jawab yang diberikan oleh Allah. Maka kerjakan dengan baik, sungguh-sungguh dan bertanggung-jawab.

Berikan yang terbaik untuk Indonesia 😊

Minggu, 27 November 2016

Selamat hari guru nasional!



#latepost

Sewaktu sekolah dulu, sekolah kami memiliki tradisi dimana para murid akan memberikan bunga dan juga kue atau cokelat untuk wali kelas dan guru yang telah menginspirasi kami semua.

Biasanya, ketua kelas akan membagi tugas...(membeli bunga, menulis surat/puisi, kue/cokelat, mendekorasi kelas sebagai kejutan untuk Bapak/Ibu Guru).

Pagi-pagi sekali, beberapa murid akan mengunjungi Pasar Kembang lalu memilih bunga segar apa yang hendak diberikan.

Aah...pokoknya seru >///<

Bagi Sinta, para pengajar merupakan barisan terdepan yang berjasa untuk memajukan suatu bangsa. 

Mengapa demikian? Beliau-beliau dengan profesi mulia ini memegang peranan kunci: tanpa adanya nilai dan norma yang diajarkan dan juga ilmu yang diwariskan dari para pengajar tersebut kepada generasi penerus, kita semua tentunya tidak dapat meraih apa yang sekarang kita peroleh.

Kerja keras dan juga doa nyatanya juga didukung oleh warisan ilmu yang diberikan oleh para guru. Ada begitu banyak hal berharga yang telah diwariskan kepada kita semua.

Terima kasih banyak kepada Bapak-Ibu Guru yang telah mendidik Sinta selama ini dan juga mengajarkan nilai-nilai kebenaran, semangat untuk maju, pentingnya kejujuran dan sikap kesatria kepada Sinta dan teman-teman semua :D

Ibu...Bapak...
Terima kasih banyak atas segalanya :’)
Sinta berdoa supaya seluruh kebaikan Ibu dan Bapak berbalas kebaikan-kebaikan dan juga rezeki halal yang berlimpah ruah...aamiin yaa rabbal alamiin :D
 

Starry Nights' Thoughts Template by Ipietoon Cute Blog Design